Revitalisasi Sastra Nusantara Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital: Pemetaan, Transformasi, dan Strategi Pelestarian Budaya Nasional
kearifan lokal, revitalisasi, sastra nusantara
Abstract
Keberadaan sastra Nusantara saat ini menghadapi berbagai tantangan akibat globalisasi, modernisasi, dan perkembangan teknologi digital yang berdampak pada menurunnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap warisan budaya lokal. Selain itu, banyak karya sastra Nusantara, seperti legenda, mitos, dongeng, dan fabel, yang belum terdokumentasikan secara sistematis sehingga berpotensi mengalami kepunahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya revitalisasi melalui pemetaan, pendokumentasian, serta transformasi sastra Nusantara sebagai dasar pengembangan strategi pelestarian budaya yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk pemetaan sastra Nusantara berbasis kearifan lokal, (2) mengetahui bentuk nilai kearifan lokal dalam sastra Nusantara yang relevan bagi revitalisasi budaya nasional, dan (3) mengetahui bentuk revitalisasi sastra Nusantara berbasis kearifan lokal di era digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi eksploratif. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemetaan sastra Nusantara berbasis kearifan lokal menghasilkan klasifikasi legenda dari berbagai daerah di Indonesia yang merepresentasikan identitas budaya serta berfungsi sebagai media pewarisan nilai budaya; (2) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam legenda meliputi penghormatan kepada orang tua, kejujuran, kesetiaan, tanggung jawab, kerendahan hati, keadilan, pengendalian emosi, menepati janji, serta kepedulian sosial yang masih relevan sebagai penguatan karakter dan revitalisasi budaya nasional; dan (3) revitalisasi sastra Nusantara di era digital dapat diwujudkan melalui digitalisasi cerita rakyat dalam bentuk e-book, animasi, komik digital, video edukasi, podcast, digital storytelling, pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI), media sosial, serta pengembangan wisata budaya digital. Transformasi tersebut mampu memperluas akses masyarakat terhadap sastra Nusantara, meningkatkan minat generasi muda, dan memperkuat pelestarian warisan budaya berbasis kearifan lokal di era digital.
References
Nugraheni, Luthfa.,S, Surachmi, M, Salaebing. (2026). The Value of Character Education in the Malin Kundang Folktale as a Tool for Social Control. KEMBARA: KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 12(1), 1–14. https://doi.org/10.22219/kembara.v12i1.42263
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
UNESCO. (2023). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Paris: UNESCO.
Nugraheni, Luthfa. 2025. Implementasi Nilai Budaya Dalam Tradisi Kirab Budaya Kanjeng Ibu Mas Semangkin Sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Jepara. Jurnal Prasasti Ilmu. Volume 5 (3), halaman 72-81
Ratna, N. K. (2011). Antropologi Sastra: Peranan Unsur-unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sibarani, R. (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.
Ayuningrum, S., Kurniawan, K., & Anshori, D. S. (2025). Integration of local wisdom values of the Nadran Tradition in Indonesian Language Learning: A Systematic Literature Review. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 12(1), 1–14. https://doi.org/10.22219/kembara.v12i1.42263
Teeuw, A. (2015). Sastra dan Ilmu Sastra. Bandung: Dunia Pustaka Jaya.
Endraswara, S. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi. Yogyakarta: Ombak.
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Grafiti Press.
Prawiyogi, A. G., Suparman, T., & Fitri, A. (2025b). Folktales as a media for positive character building education in elementary schools (Case Study in Karawang, West Java, Indonesia). Edelweiss Applied Science and Technology, 9(1), 1219–1227.
Suwandi, S., Wardani, N. E., Ulya, C., Zuliyanto, S., Setiyoningsih, T., & Rizqina, A. A. (2025). Character Education Values of Pancasila Student Profile in Central Java Folktales. Theory & Practice in Language Studies (TPLS), 15(2).
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches: Sage publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis. sage.
Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Budiyawan, H., Sukmana, E., & Kuswara. (2024). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh pada Cerita Rakyat Telaga Warna. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 11(2).
Astri, N. D., Arista, R., Ginting, E. K. B., & Ginting, S. D. Y. (2021). Revitalisasi Legenda Danau Toba melalui Komik. Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia, 3(2).
Tondang, N. S., Rudy, & Sembiring, Y. B. (2024). Nilai Budaya dalam Legenda Nusantara: Mengembangkan Nilai Budaya melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah. Journal of Education Research, 5(4).
Cahyani, N., Barus, N., & Simamora, N. S. W. (2025). Kearifan Lokal sebagai Dasar Pembentukan Nilai Karakter dalam Legenda Danau Toba. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(12), 18421–18427.
Rachmijati, C., & Cahyati, S. S. (2023). An Analysis of Prominent Cultural Values in Indonesian Folktale Tourism Spots through Instagram Caption. E-Journal of Tourism, 10(1), 129–137.
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2026 Luthfa Nugraheni, Irfai Fathurohman, Rani Setiawaty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.