Digitalisasi Narasi Reyog Ponorogo sebagai Upaya Penguatan Identitas Budaya Anak Usia Dini

Authors

  • Siti Khoirul Bariyah Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Salsabilla Maharani Putri Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Betty Yulia Wulansari Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Dian Kristiana Universitas Muhammadiyah Ponorogo

digitalisasi narasi, Reyog Ponorogo, identitas budaya, anak usia dini, budaya lokal, media digital

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan arus globalisasi membuat tantangan tersendiri kepada pelestarian budaya lokal pada anak usia dini. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penurunan pemahaman dan keterikatan anak terhadap budaya daerah sebagai bagian dari identitas budaya mereka. Salah satu budaya daerah yang memiliki nilai edukatif, moral, dan filosofis adalah Reyog Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya digitalisasi narasi Reyog Ponorogo sebagai upaya penguatan identitas budaya anak usia dini, khususnya di era digital saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitataif. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan publikasi yang relevan dengan pendidikan anak usia dini, identitas budaya, Reyog Ponorogo, serta media digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengenalan budaya lokal dengan sarana media digital mampu meningkatkan ketertarikan anak kepada budaya mereka sekaligus memperkuat identitas budaya mereka. Berbagai bentuk digitalisasi budaya, seperti digital storytelling, e-comic, augmented reality, merchandise edukatif, dan media interaktif berbasis budaya terbukti bisa membantu anak kenal pada tokoh, nilai, simbol, dan filosofi Reyog Ponorogo secara lebih menarik dan lebih bisa ipahami oleh mereka. Digitalisasi narasi Reyog Ponorogo tidak hanya sekadar upaya pelestarian budaya lokal saja, tapi juga bisa menjadi strategi edukatif yang relevan dengan karakteristik anak usia dini. Maka dari itu, digitalisasi narasi Reyog Ponorogo ini berpotensi menjadi media pembelajaran budaya yang efektif dalam memperkuat identitas budaya anak di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.

References

R. N. M. Riza Mi’rotul Rohmah , Arba’iyah Yusuf, Rohmatul Azizah, “Peran Pendidikan Holistik Bagi Pengembangan Karakter Anak Usia Dini,” J. Dimens. Pendidik. dan Pembelajaran, vol. 11, no. 1, 2023.

J. Gómez, “Media Education as Theoretical and Practical Paradigm for Digital Literacy : An Interdisciplinary Analysis,” vol. 11, 2020.

N. Al Rosidin, “NILAI – NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KESENIAN REYOG PONOROGO,” J. al Adab., vol. 14, no. 2, pp. 195–215, 2019.

M. Bekti Galih Kurniawan, “TRADISI REOG PONOROGO SEBAGAI BUDAYA PENGUAT JATI DIRI BANGSA,” J. Budaya Nusant., vol. 5, no. 2, pp. 75–82, 2022.

I. N. Cahyani, S. Nudin, M. Juliyo, and B. Firdaus, “The Symbolic Meaning in The Reog Ponorogo Performance,” J. South. Sociol. Stud., vol. 1, no. 3, pp. 224–244, 2025.

P. A. Wijaya, S. A. Rahmadianto, and D. P. Nugroho, “ADAPTASI CERITA RAKYAT SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA INDONESIA,” SAINSBERTEK J. Ilm. Sains Teknol., vol. 2, no. 1, 2021.

S. Mujtahidin and L. Fitriani, “Implementasi Storytelling Digital Berbasis Kearifan Lokal untuk Menanamkan Nilai Karakter pada Anak Usia Dini,” Educ. J. Ilmu Kependidikan, vol. 20, no. 3, pp. 518–525, 2026, doi: 10.29408/edc.v20i3.32422.

S. Najah and A. U. Dini, “Persepsi Pedagogi Digital pada Pelaksanaan Digital Storytelling Guru PAUD,” Early Chilhood Res. J., vol. 7, no. 2, pp. 193–198, 2025, doi: 10.23917/ecrj.v7i1.9976.

R. W. Dharojah, N. E. Rahman, and M. Ibrahim, “COMMODIFICATION OF REOG AND WAROK ARTS AS CULTURAL IDENTITY OF PONOROGO REGENCY,” Nusant. Hasana J., vol. 3, no. 8, pp. 283–289, 2024.

Abdurrahman, “Metode Penelitian Kepustakaan dalam Pendidikan Islam,” Adab. J. Pendidik. dan Pemikir., vol. 3, pp. 102–113, 2024.

M. A. Anggreni and A. Fachrurrazi, “Revitalisasi Kearifan Lokal Untuk Membangun Identitas Budaya Pada Anak Usia Dini,” Zaheen J. Pendidikan, Agama dan Budaya, vol. 1, pp. 172–187, 2025.

N. Tanfidiyah, “IMPLEMENTASI PAUD BERBASIS BUDAYA LOKAL DI KB AMONG SIWI DUSUN PANDES , SEWON , BANTUL ,” J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 7, no. 1, pp. 29–40, 2023.

F. Nur and F. Pratama, “RETAKAN NARASI HISTORIS REYOG PONOROGO : PERSILANGAN CERITA KERAJAAN BANTARANGIN,” Tambo; J. Manuscr. Oral Tradit., vol. 02, no. April 1996, 2024.

J. Arifin, “Peranan Media Digital Dalam Mempertahankan Budaya Lokal Indonesia Di Era Globalisasi,” J. Ilm. Kanderang Tingang, vol. 14, no. 1, pp. 8–16, 2023.

N. Uliasari and D. Kristiana, “MENSTIMULUS CINTA TANAH AIR UNTUK ANAK USIA DINI 3-4 TAHUN INTRODUCTION OF REOG PONOROGO CULTURE TO STIMULATE PATRIOTISM FOR 3-4 YEARS OLD CHILDREN,” J. Humanit. Soc. Stud., vol. 2, no. 1, pp. 122–129, 2024.

B. Y. W. Gutiawati, Tri Ayu, “Pengembangan Tema Budaya Lokal Ponoragan Untuk Membentuk Karakter Cinta Tanah Air Dalam Kurikulum PAUD,” J. Dimens. Pendidik. dan Pembelajaran, vol. 10, no. 2, 2022.

M. A. Saputra, “MENGENALKAN KESENIAN REYOG PONOROGO MELALUI MODERNISASI MERCHANDISE UNTUK ANAK USIA 8-13 TAHUN,” J. Barik, vol. 5, no. 2, pp. 16–30, 2023.

S. Fatimah, “Enhancing Early Childhood Cultural Education through the Ponorogo Reyog Theater Suitcase : A Development and Evaluation Study,” J. Ilm. Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, vol. 9, no. March, pp. 37–50, 2024.

J. A. Happy Susanto, Zainal Arif, Ahmad, Muslich, Anip Dwi Saputro, Sigit Dwi Laksana, Muh. Tajab, “IMPLEMENTASI MEDIA E-COMIC DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI FILOSOFI SAINS DAN ISLAM PADA SENI REYOG PONOROGO,” MUADDIB Stud. Kependidikan dan Keislaman., vol. 11, no. 02, pp. 88–99, 2021.

C. T. Zudha Surya Dilaga Putra, “PENERAPAN AUGMENTED REALITY PADA ALAT MUSIK,” Semin. Nas. Inov. Teknol. UN, pp. 52–57, 2022.

Downloads

Published

2026-08-31

Conference Proceedings Volume

Section

Articles